Senin, 10 November 2008











Nama : Kikyo
Umur : 18 (umurnya ketika tewas)
Keluarga : Kaede (adik)
Kekasih : Inuyasha
Admirer : Onigumo








Kikyo adalah miko (pendeta shinto wanita) berkekuatan spiritual hebat yang mampu mengalahkan banyak siluman dan menyucikan hawa jahat. Karena kemampuan itu ia dipercaya untuk memegang shikon no tama, bola yang dapat memberi kekuatan bagi siapa pun yang menggunakan, untuk tetap dijaga kesuciannya dan terhindar dari kejahatan.

Di sela-sela perjuangannya membasmi siluman jahat yang mencoba melawan, Kikyo juga menghadapi sorang hanyo(manusia setengah siluman) bernama Inuyasha yang hendak merebut shikon no tama karena ingin menggunakan bola kristal itu untuk berubah menjadi siluman sejati. Kikyo melihat kebaikan dalam diri hanyo yang bersifat kekanak-kanakan ini, sehingga tak pernah ada niat untuk saling melukai. Pertemuan demi pertemuan membuat mereka saling mengenal dan memahami keadaan satu sama lain, hingga kemudian tumbuh rasa cinta di antara keduanya. Kikyo pun menawarkan pada Inuyasha agar menggunakan shikon no tama untuk berubah menjadi manusia, lalu mereka hidup bersama sebagai manusia biasa, karena tanpa shikon no tama Kikyo akan menjadi manusia biasa yang tak memiliki kekuatan besar untuk melawan siluman. Inuyasha yang tak menduga gadis berhati mulia itu ternyata memiliki perasaan begitu kuat padanya, mencoba mempertimbangkan tawaran tersebut… hingga akhirnya menerima. Di sisi lain, Suatu waktu Kikyo menolong seorang perampok yang tubuhnya terbakar dan lumpuh sehingga hanya bisa terbaring di dalam sebuah gua. Setiap hari Kikyo ditemani adiknya Kaede yang masih kecil selalu mengunjungi, memberi makan dan mengurus pria bernama Onigumo (laba-laba setan) itu,hingga tanpa diduga ternyata menumbuhkan rasa ingin memiliki dalam hati Onigumo.
Bagai air susu dibalas dengan air tuba, Onigumo menyerahkan tubuhnya pada siluman demi mendapat kekuatan dan obsesi memiliki Kikyo. Karena kekuatan jahat ratusan siluman menguasainya, Onigumo seolah lahir kembali menjadi siluman kuat dan sangat licik bernama Naraku.

Tepat di hari perjanjian Kikyo dan Inuyasha menggunakan shikon no tama untuk mengubah Inuyasha menjadi manusia, yang muncul di hadapan Kikyo justru ‘Inuyasha’ yang tanpa ragu menyerang dengan cakarnya dan merebut shikon no tama dari Kikyo. Kikyo pun sangat marah dan kecewa, karena ia telah begitu percaya pada Inuyasha. Hingga setelah Inuyasha mengamuk di kuil Kikyo dan merusak desa, ia menyegel Inuyasha dengan panahnya. Dengan kekuatan yang tersisa karena terluka cukup parah, Kikyo meminta Kaede membakar tubuhnya yang membawa shikon no tama agar bola kristal itu lenyap dari alam ini bersama dengan kematiannya… 50 tahun kemudian, shikon no tama muncul kembali bersama dengan hadirnya Kagome dari masa depan yang merupakan reinkarnasi Kikyo. Inuyasha juga telah dilepas segelnya oleh Kagome yang memiliki kekuatan spiritual setara dengan Kikyo.
Suatu hari, muncul seorang penyihir wanita bernama urasue yang hendak membuat boneka suruhan dalam wujud Kikyo. Ia mencuri tulang dan tanah kubur Kikyo yang memang berada tidak jauh dari kuil Kikyo yang kini dijaga Kaede. Dengan sedikit jiwa yang diambil dari Kagome, Urasue berhasil membangkitkan kembali Kikyo yang terkenal sebagai miko yang kuat. Tapi alih-alih menjadi boneka yang dapat dikendalikan bagi Urasue, sesaat setelah bangkit Kikyo langsung menghancurkan penyihir itu. Selanjutnya Kikyo hendak menyerang Inuyasha, namun karena kekuatannya tidak cukup untuk melawan maka ia melarikan diri.
Kikyo pun menjadi semacam zombie yang dengan menggunakan siluman bernama shinidamachu mengumpulkan kekuatan dari jiwa gadis muda yang baru mati, dan ia masih menyimpan dendam pada Inuyasha.










“Seandainya aku masih hidup… Mungkin aku yang akan mengubahnya”


Setelah mendengar penjelasan dari Kaede, Kikyo mengerti bahwa ia dan Inuyasha telah diadu-domba. Ia lalu berusaha memburu Naraku, meski tetap tak mau bergabung dengan Inuyasha dan kawan-kawan yang melakukan perjalanan bersama. Kikyo melihat Inuyasha telah banyak berubah, sorot mata yang dulu tak mempercayai siapapun, sekarang telah menemukan tempat untuk berbagi. Seorang hanyo yang selalu kasar dan tak punya teman, sekarang disukai dan bisa dilihat kebaikannya. Satu hal yang dulu ingin dilakukannya pada Inuyasha, ternyata telah dilakukan oleh Kagome…
Senjata

Kikyo sangat mahir menggunakan busur dan anak panah untuk mengalahkan musuh. Kagome yang masih pemula dalam menggunakan senjata ini tentu tak dapat menandingi. Tapi Kikyo juga sering terdesak karena hanya sendirian. Di saat seperti itu, Inuyasha selalu datang untuk menolongnya karena tak ingin kehilangan Kikyo untuk kedua kali. Dan saat itu pula Kagome harus menyadari posisinya sebagai yang kedua.

Akhir Perjuangan Kikyo

Awalnya, Kikyo yang masih dikuasai dendam menjadi tak begitu menghargai nyawa manusia. Ia bahkan sempat hendak mengambil kesempatan untuk membunuh Kagome. Tetapi sedikit demi sedikit ia terpengaruh oleh kebaikan Kagome dan yang lain, hingga sifat aslinya pun kembali. Kikyo mengorbankan dirinya untuk mengalahkan Naraku, tapi tidak berhasil. Sebelumnya, Kikyo diperkirakan musnah karena racun Naraku tapi ternyata ia masih bertahan dan berhasil diselamatkan oleh Kagome. Tapi untuk kedua kalinya, Kagome tak mampu menyelamatkan Kikyo. Tidak hanya Inuyasha, tapi Kagome dan yang lain juga merasa kehilangan karena di akhir keberadaannya Kikyo telah menjadi bagian dari mereka.
Dan pada saat kepergiannya, hanya Inuyasha yang menemani Kikyo hingga tubuh gadis itu menjadi cahaya yang hilang ditelan malam.








Jumat, 07 November 2008

ekor lainnya

[sunting] Sokou si ekor empat
Nama: Sokou, Si ekor empat (鼠蛟 atau 四尾, Yonbi?)
Jenis: Belum diketahui (dalam dunia Naruto), kemungkinan adalah Sokou
Jinchuuriki: Seorang kakek yang bernama Roùshi
Status: Ditangkap oleh Akatsuki
Jinchuuriki dari bijuu berekor empat adalah seorang kakek yg bernama Roùshi yang ditangkap oleh Kisame Hoshigaki. Jinchuuriki ini menggunakan kombinasi elemen tanah dan elemen api menjadi elemen lava. Bijuu berekor empat ini telah ditangkap dan disegel oleh Akatsuki.

[sunting] Hokou si ekor lima
Nama: Hokou si ekor lima (五尾, Gobi?)
Jenis: Belum diketahui (dalam dunia Naruto)
Jinchuuriki: Seorang ninja yang tinggi dan memakai jubah dari Iwagakure
Status: Aktif

[sunting] Raijuu si ekor enam
Nama: Raijuu si ekor enam (六尾, Rokubi?)
Jenis: Belum diketahui (dalam dunia Naruto), kemungkinan adalah Raijuu
Jinchuuriki: Belum diketahui
Status: Belum diketahui

[sunting] Kaku si ekor tujuh
Nama: Kaku si ekor tujuh (七尾, Shichibi?)
Jenis: belum diketahui kemungkinan Kaku si ekor tujuh atau Suzaku, Phoenix, salah satu hewan legenda.
Jinchuuriki: Seorang ninja dari desa Takigakure, namun memiliki sifat dan perilaku yang sama dengan Deidara
Status: belum diketahui, di gunung fuji

[sunting] Ushi-oni si ekor delapan hachibi
Nama: Ushi-oni, Si ekor delapan (牛鬼 atau 八尾, Hachibi?)
Jenis: Banteng berekor delapan (gabungan dari banteng dan gurita)
Jinchuuriki: Killer Bee
Status: Aktif
Sebelumnya, banyak yg mengira bijuu ini adalah Yamata no Orochi. Namun pada Naruto chapter 412 dinyatakan bahwa bijuu ini berbentuk banteng dgn kaki gurita berjumlah 8. Kekuatannya belum diketahui pasti. Namun, dia bisa menyemburkan semacam bola api raksasa seperti punya Naruto pada wujud ekor 4 tapi lebih besar. Sasuke telah mengalahkan jinchuuriki bijuu ini dengan jurus Amaterasunya dan mengorbankan Karin, Suigetsu. Kemudian membawanya ke sarang Akatsuki. Namun ternyata itu hanya semacam klon palsu yg dibuat jinchuuriki tersebut. Bijuu ini juga mempunyai hubungan yg baik dgn jinchuurikinya.

Nekomata se eKor dUa



Nama: kucing setan berbuntut dua (ニ尾の猫俣, Nibi no Nekomata?)
Jenis: Nekomata
Jinchuuriki: Yugito
Kemampuan khusus: Kemampuan elemen petir
Status: Ditangkap oleh Akatsuki
Nekomata adalah Bijuu yang berbentuk kucing dan menguasai kekuatan kematian. Dia adalah peliharaan dewa kematian dengan sayap hitam raksasa. Di cerita Naruto, dia disegel dalam tubuh Kunoichi bernama Yugito Nii dari Kumogakure. Nekomata memiliki nafas api (Fire Breathing). Nekomata akhirnya ditangkap oleh 2 anggota Akatsuki, yaitu Hidan dan Kakuzu.

Kamis, 06 November 2008






Gaara adalah nama seorang tokoh fiksi dalam seri manga dan anime Naruto. Gaara adalah seorang ninja yang mempunyai kekuatan untuk mengendalikan dan mengontrol pasir dan ia dilindungi setiap saat oleh perisai pasir, tetapi dia harus menderita insomnia seumur hidup sebagai efek sampingnya. Garaa tak akan pernah bisa tidur karena ketika dia tidur, Shukaku akan menguasai tubuh dan pikirannya. Dia merupakan jinchuuriki dari Shukaku yaitu salah satu bijuu berekor satu. Dirinya yang suka membunuh akhirnya tersentuh hatinya karena telah disadarkan Naruto dalam suatu pertarungan. Setelah kematian ayahnya yang merupakan Kazekage, Gaara pun menjadi Kazekage berikutnya. Kakaknya, Temari dan Kankurou menjadi jonin di desa tersebut (desa Sunagakure). Gaara sempat mati sehabis bertarung melawan anggota Akatsuki (Deidara) yang akhirnya harus melepaskan Shukaku dari tubuhnya karena diambil paksa oleh Akatsuki. Tetapi, berkat bantuan nenek Chiyo dan Sakura, serta Naruto yang rela memberikan sebagian cakranya, Gaara pun berhasil hidup kembali. Marga asli Gaara adalah 'Rei'. Julukannya adalah 'Sabaku no Gaara' atau bila diartikan adalah 'Gaara si Pengendali Pasir'.




Bijuu (尾獣, bijū?) adalah sembilan monster berekor dalam kisah fiksi Naruto karya Masashi Kishimoto. Selain dalam Naruto, Bijuu juga eksis dalam legenda Jepang (lihat artikel Bijuu). Makhluk-makhluk ini diceritakan memiliki ukuran tubuh yang sangat besar dan memiliki jumlah ekor yang berbeda-beda sehingga mereka dapat dibagi berdasarkan jumlah ekornya. Selain ukuran tubuhnya, mereka juga memiliki jumlah chakra dalam jumlah yang sangat besar. Umumnya mereka adalah makhluk setengah dewa dan ditakuti masyarakat, tetapi dalam Naruto beberapa di antaranya tidak memiliki inteligensia yang memadai yang diperlukan untuk menggunakan chakra miliknya.


Semua Bijuu yang disegel dalam tubuh manusia disebut Jinchuuriki (人柱力, yang berarti host atau tuan rumah) dan memberikan kekuatan besar kepadanya. Istilah Jinchuuriki sendiri hanya digunakan di dalam dunia Naruto. Bahkan dalam beberapa kasus, seorang Jinchuuriki memiliki kekuatan yang lebih besar daripada Bijuu yang ada di dalam tubuhnya. Hal ini dimungkinkan karena mereka memiliki kemampuan untuk mengontrol kekuatan Bijuu secara efektif, sementara beberapa Bijuu tidak memiliki kemampuan itu.

Yugito, Jinchuuriki Nekomata (perhatikan matanya yang runcing).
Para Jinchuuriki biasanya memiliki ciri-ciri fisik yang menyerupai Bijuu yang disegel dalam tubuhnya. Gaara, misalnya, memiliki kemiripan di warna rambut dan lingkar matanya yang seperti Shukaku, hitam. Yugito pula memiliki mata yang melancip seperti kucing. Dan tentu saja

Naruto yang memiliki tanda seperti kumis di sekitar pipinya dan mata seperti seekor serigala/rubah. Menurut pendapat Akatsuki, mereka yang menjadi Jinchuuriki biasanya kekurangan kasih sayang dalam hidupnya, dan sejauh ini dalam cerita Naruto, pendapat mereka benar. Ketika Bijuu berekor satu (Shukaku) dan Bijuu berekor dua (Nekomata) mereka tangkap, tidak ada seorangpun yang peduli akan hal tersebut; bahkan, mereka bersyukur karena tak ada lagi Jinchuuriki, yang mereka anggap sebagai "orang berbahaya", di desa mereka. Diketahui, kematian Jinchuuriki dapat menyebabkan kematian Bijuu yang ada di dalam tubuhnya, sehingga Bijuu sekuat tenaga membantu menjaga agar Jinchuurikinya tidak tewas dengan membagi chakra mereka ketika Jinchuuriki dalam keadaan bahaya. Diketahui juga bahwa pencabutan Bijuu dari tubuh Jinchuuriki dapat mengakibatkan kematian bagi Jinchuuriki tersebut.


Semasa perang besar antar desa ninja, masing-masing desa berlomba-lomba mendapatkan Bijuu yang ada di masing-masing negara. Kekuatan chakra Bijuu yang amat besar diharapkan dapat meningkatkan kekuatan militer negara tersebut.
Dalam alur cerita yang masih berjalan hingga saat ini, Akatsuki sedang mengumpulkan kesembilan Bijuu ini. Mereka melakuka hal ini untuk mendapatkan cakra dari para bijuu. Terutama Kyuubi. Karena Kyuubi memiliki cakra tidak terbatas. Mereka menangkap Jinchuuriki dan membawa mereka ke tempat rahasia di mana Fuin Justu, jutsu penyegelan Bijuu dilakukan untuk mengeluarkan Bijuu dari tubuh Jinchuurikinya. Sampai saat ini sudah lima Bijuu yang mereka dapatkan; Shukaku, Nekomata, Isonade, dan dua Bijuu lainnya yang sampai saat ini tidak diketahui jenisnya.


Shukaku si ekor satu

Shukaku si ekor satu.
Nama: Shukaku si ekor satu (一尾守鶴, Ichibi no Shukaku?) atau Shukaku dari padang pasir (砂の守鶴, Suna no Shukaku?)
Jenis: Tanuki (Anjing rakun atau raccoon-dog dalam bahasa Inggris, binatang asli Jepang dan beberapa daerah di sekitarnya)
Jinchuuriki: Gaara, kemudian diambil alih oleh Akatsuki
Kemampuan khusus: Menembakkan meriam angin yang terkonsentrasi menggunakan chakra
Status: Ditangkap dan diserap oleh Akatsuki
Shukaku diberi gelar dewa angin oleh orang Jepang zaman dulu. Dulunya dia adalah pendeta yang terpengaruh kekuatan kegelapan Yamata no Orochi dan terkena badai pasir. Dia lalu berubah bentuk menjadi luak berekor satu dan mengandalkan jutsu angin sebagai serangannya. Dalam manga dan anime Naruto dia disegel dalam tubuh Gaara dan menggunakan jiwa ibu kandung Gaara sebagai tumbalnya. Suna pernah memiliki dua Jinchuuriki sebelum Gaara, tetapi keduanya tewas setelah Shukaku dikeluarkan dari tubuh mereka. Shukaku sangat pintar tetapi bertingkah seperti layaknya orang mabuk. Kata "Shukaku" sendiri dapat berarti "mabuk" dalam bahasa Jepang. Seperti Bijuu yang lain, sifat pemarah dan haus darah Jinchuuriki dapat membuatnya terpancing untuk keluar dan menghancurkan apa yang ada di sekitarnya.
Sebagai Jinchuuriki, Gaara memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan mengontrol pasir, dan dilindungi setiap saat oleh perisai pasir, tetapi dia harus menderita insomnia seumur hidupnya akibat efek samping yang didapatkannya. Garaa tak akan pernah bisa tidur karena ketika dia tidur, Shukaku akan menguasai tubuh dan pikirannya.

Perisai Shukaku milik Gaara yang terbuat dari pasir, hanya kakinya yang tidak tertutup.
Ketika marah atau timbul nafsu membunuh, Gaara dapat berubah menjadi sesosok monster seukuran tubuh manusia dengan cara menutupi seluruh tubuhnya dengan pasir. Selain mengubah bentuk tubuhnya, pasir-pasir ini juga meningkatkan pertahanan fisik dan chakra Gaara secara drastis. Dalam bentuk Shukaku, Gaara mendapatkan kekuatan yang besar, pertahanan yang kuat, dan kemampuan untuk menggunakan shuriken pasir.
Dia juga dapat mengontrol pasir dan dapat menggunakannya secara lebih efektif dan bertenaga daripada ketika ia berwujud manusia. Kelemahannya, transformasi ke bentuk monster ini berjalan cukup lambat dan sulit dilakukan jika tidak ada hal yang benar-benar memancing emosi Gaara. Sampai saat ini, Gaara telah mencoba dua kali mengubah tubuhnya ke bentuk Shukaku dan keduanya gagal mencapai ke bentuk sempurna; pertama ketika ujian Chuunin dilakukan. Saat itu Sasuke berhasil melukainya sebelum ia sempat mencapai bentuk sempurna. Yang kedua, ketika ia melawan Naruto di hutan; Naruto mengalahkannya ketika Gaara baru berhasil menutupi seluruh tubuhnya kecuali bagian kaki.
Dalam situasi yang membahayakan, Gaara dapat menciptakan replika Shukaku berukuran aslinya dari pasir. Tidak seperti Shukaku berukuran manusia, replika ini dapat diciptakan dalam waktu singkat. Gaara mengontrol replika dari dalam, sehingga tubuhnya terlindungi dari serangan musuh. Dalam bentuk ini, Gaara dapat melepaskan jiwa Shukaku yang ada dalam tubuhnya, dan memasukkannya ke dalam tubuh replika Shukaku. Untuk melakukannya, Gaara harus keluar dari replika Shukaku, lalu tidur di atas kepala replika tersebut. Tetapi sebagai akibatnya, Gaara menjadi lebih mudah diserang. Ketika dia bangun, maka segelnya akan terlepas dan jiwa Shukaku akan kembali masuk ke dalam dirinya; dan replika Shukaku akan hancur.
Dalam episode "Menyelamatkan Gaara", Akatsuki berhasil menangkap dan mengeluarkan Shukaku dari tubuh Gaara; Gaara pun tewas. Tapi suatu keberuntungan bagi Gaara, dia berhasil dihidupkan kembali dengan kombinasi jurus pembagi-nyawa milik Chiyo dan chakra milik Naruto. Kemampuan Gaara tidak sepenuhnya hilang, walaupun tidak diketahui apakah kekuatannya melemah akibat dikeluarkannya jiwa Shukaku dari tubuhnya.